Gunung Galunggung Longsor, Menimbun Mushola di Dasar Kawah

Status kegiatan Gn. Galunggung Normal (level I) tetapi terjadi longsor di puncak Gunung Galunggung yang menimbun mushola di dasar kawah, Menurut informasi dai Pos Gunungapi Galunggung, telah terjadi longsor di puncak Gn. Galunggung pada hari Sabtu tanggal 17 September 2017 pukul 14.48 WIB.

Kejadian longsor.dinding kawah Gn. Galunggng terjadi di sebelah Barat (Curug Cibanjaran).menurut catatan Pos Gunugapi Galunggung tercatat di seismograf. Luas longsoran pada tebing dinding kawah Gn. Galunggung diperkirakan lebar longsoran sekitar 100 meter dan tinggi longsoran pada tebing sekitar 200 meter.sedangkan panjang material longsoran sekitar 300 meter dan lebar material longsoran sekitar.150 meter.
Mushola di dasar kawah Gunung Galunggung Tertimbun Longsor.
Mushola di dasar kawah Gunung Galunggung Tertimbun Longsor.
Akibat longsoran di puncak Gn. Galunggung, mushola yang berada di dalam kawah tidak tampak lagi karena tertutup/terkubur material longsoran. Selain itu juga aliran sungai di danau kawah yang berhulu dari puncak galunggung terkubur material longsoran.

Sampai artikel ini ditulis, korban akibat longsoran di Gn. Galunggung ada 1 (satu) orang pedagang yang berjualan di sekitar mushola di kawah Gn. Galunggung, kakinya terkena runtuhan mushola,namun selamat.

Sedangkan korban jiwa akibat longsor di kawah Gn. Galunggung masih belum pasti ,namun ada salah satu warga yang kehilangan keluarganya. Orang tersebut biasa menjaring burung disekitar kawah.

Informasi tambahan korban hilang di kawah Gn. Galunggung menurut keterangan Kepala Desa Mekarjaya 2 orang hilang bernama Ajat (32 th) dan Dadang (45 th).Kedua orang tersebut berangkat dari rumah ke Kawah galunggung pada pukul. 05.00 WIB pagi pada hari sabtu untuk menjaring burung.

Menurut keterangan istrinya biasanya sudah pulang pada pukul 20.00 tetapi sampai saat ini belum pulang. dan sudah dicoba ditelepon tetapi nomor tersebut tidak aktif (hilang kontak). Salah seorang istri dari 2 orng tersebut sudah berada di lokasi dan menegaskan bahwa motor yang dikendarai masih berada di parkiran kawah.

Petugas kawah Gn. Galunggung sudah memasang rambu dan menyisir lokasi di sekita lokasi longsor mencari orang hilang dengan menggunakan alat pengeras suara. namun sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut.

Sehubungan dengan status kegiatan Gn. Galunggung Normal (level I) tetapi terjadi longsor di puncak Gunung Galunggung yang menimbun mushola di dasar kawah, maka Pos Gunungapi Galunggung merekomendasikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Masyarakat di sekitar Gn. Galunggung dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan untuk bermalam dan tidak turun ke dalam danau kawah Gn. Galunggung pada saat cuaca mendung atau hujan.
  2. Masyarakat di sekitar Gn. Galunggung dan pengunjung wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan berenang dan mengkonsumsi air danau kawah Gn. Galunggung dikarenakan dapat menimbulkan keluhan atau gangguan kesehatan.
  3. Masyarakat di sekitar Gn. Galunggung diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Galunggung dan agar selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
  4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (BPBD Provinsi Jabar) dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya serta BPBD Kabupaten Garut.
  5. Agar BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gn. Galunggung di Desa Padakembang, Kec. Padakembang, Singaparna, Kab. Tasikmalaya atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

No comments:

Post a Comment

Semua komentar akan muncul setelah dimoderasi. Terima kasih.